Follow Me 
  

PENGERTIAN DAN BENTUK MOTIF HIAS

 Karya seni rupa yang dibuat pada bidang yang mempunyai ukuran panjang,lebar, dan tebal atau kedalaman.
Pengertian Motif hias adalah dasar atau corak dari sebuah bidang sehingga terlihat indah.corak ini kemudian akan membentuk suatu motif hias yang bisa menimbulkan unsur keindahan. Banyak berbagai motif di Indonesia, hal ini karena banyaknya suku bangsa yang beranekaragam kebudayaan yang menyebar di pelosok nusantara kita.
Bentuk motif hias ada dua macam yaitu motif hias geometris dan motif hias non geometris. Motif hias memiliki simbol atau makna tertentu yang tergambar dalam gambar tersebut.

Motif Hias Geometris
Motif hias geometris adalah motif hias abstrak (motif tidak nyata) yang berbentuk segi empat, zig-zag, lingkaran, segitiga, garis lengkung. Motif ragam hias geometris berupa garis-garis dan bidang.
Motif ragam hias geometris ada beberapa bentuk misalnya Ragam hias meander (berbentuk huruf T tegak dan terbalik berselang-seling) dan Pilin berganda (berbentuk seperti huruf S) dan Ragam hias Tumpal (berbentuk segitiga sama kaki)

Motif hias Non Geometris 
Motif hias non geometris adalah motif hias yang dibuat dengan motif gambar hewan, motif gambar tumbuhan dan lain-lain.. .
Motif hias gambar tumbuhan atau biasa disebut sulur-suluran/lung-lungan (Jawa) dan patra (Bali). Fungsi untuk dekoratif / penghias bidang.Motif ini melambangkan kesuburan & kemakmuran. Contoh Pintu serambi muka rumah Jawa & Madura; Paso kuningan & tempat sirih dari Kalsel; tempolong dari Jakarta dll.
Motif hias gambar hewan menggunakan media yang digunakan :kayu, batu atau logam.Contoh tiang rumah & keranda mayat Toraja; Keris Bali & surakarta

Jenis motif hias 
Jenis motif hias ada dua macam sebenarnya, yaitu motif hias dua dimensi atau 2D dan motif hias tiga dimensi atau 3D.
Motif hias dua dimensi atau 2D adalah motif hias yang mempunyai panjang dan lebar yang hanya dapat dinikmati dari salah satu arah saja atau hanya dari depan. Hasil karya motif hias dua dimensi atau 2D anatara lain berupa kain songket, kain tenun, kain batik, jumputan, wayang kulit, dan sebagainya.

Motif hias tiga dimensi atau 3D adalah motif hias yang mempunyai panjang, lebar, dan tinggi, sehingga dapat dilihat dari berbagai arah atau sudut pandang mana saja. Contoh hasil karya motif hias tiga dimensi atau 3D antara lain patung, seni ukir, relief candi, wayang golek, miniatur, dan sebagainya.

Berikut ini contoh motif hias

Anin (6D)

Belva (6B)

Dhika (6B)

Erlin (6C)





*dari berbagai sumber

MANFAAT DAN KHASIAT GINSENG

Manfaat dan Khasiat Ginseng - Ginseng adalah salah satu tanaman obat yang memiliki berbagai macam manfaat. Manfaat ginseng dalam dunia herbal pertama kali diketahui oleh ahli herbal Cina. Selama ini orang hanya mengenal ginseng sebagai penambah stamina kesehatan. Namun ternyata, manfaat ginseng tidak hanya itu saja. Masih banyak khasiat ginseng yang belum diketahui oleh banyak orang. Tidak hanya pengobatan Cina saja yang kini menggunakan ginseng sebagai bahan dasarnya, namun pengobatan herbal Indonesia pun banyak yang memanfaatkan khasiat dari ginseng. Minuman penambah energi yang dijual di Indonesia pun kini banyak yang memanfaatkan ginseng sebagai bahan dasarnya.


Berikut adalah beberapa manfaat serta khasiat yang bisa ditemui dari ginseng jika dikomsumsi oleh tubuh.


1. Mengurangi Stres

Tanaman ginseng memiliki salah satu manfaat unggul yakni dapat mengurangi stres. Dengan mengonsumsi ginseng, akan meningkatkan kewaspadaan mental dan dapat merubah mood menjadi lebih baik. Dalam situasi stres, hormon adrenalin akan keluar dan mengakibatkan berbagai macam masalah kesehatan. Ginseng mampu menyeimbangankan hormon adrenalin yang menjadi penyebab masalah kesehatan tersebut.

2. Mengurangi Kelelahan

Selain dapat mengurangi stres, ginseng juga memiliki khasiat dapat mengurangi kelelahan. Ya, kandungan adaptogenik yang terdapat dalam ginsen akan memberikan pengaruh fisiologis dalam diri manusia sehingga dapat mengurangi rasa lelah akibat pekerjaan yang terlalu banyak.

3. Mengobati Diabetes

Bagi para penderita kencing manis atau diabetes, ginseng merupakan salah satu obat herbal yang sangat cocok digunakan, karena kandungan zat yang terdapat dalam tanaman ginseng dipercaya mampu menurunkan kadar gula dalam darah. Namun ginseng tidak dianjurkan untuk diminum bersamaan dengan obat penurun gula darah lainnya karena akan menyebabkan kadar gula dalam darah terlalu rendah.

4. Menurunkan Kolesterol

Tanaman ginseng selain baik untuk dikonsumsi oleh para penderita diabetes, juga baik untuk para penderita kolesterol tinggi. Pasalnya, ginseng mengandung senyawa ginsenocides yang terbukti ampuh dalam melawan kolesterol jahat yang ada di dalam tubuh.

5. Mencegah dan Mengobati Kanker

Ginseng juga memiliki manfaat dapat mencegah dan mengobati penyakit kanker atau tumor. Kandungan ginsenocides yang ada pada ginseng dipercaya mampu menekan pertumbuhan sel-sel yang menyebabkan terjadinya kanker. Jadi ramuan tanaman ginseng sangat efektif dikonsumsi untuk menjauhkan sesorang dari penyakit kanker yang mengancam semua orang.

6. Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Bagi para atlet, ginseng bisa dijadikan suplemen yang sangat berkhasiat meningkatkan daya tahan tubuh. Ginseng bisa digunakan sebagai alternatif obat yang biasa digunakan oleh para atlet, karena ginseng lebih alami dan tidak menimbulkan efek samping saat dikomsumsi.

7. Merangsang Sistem Kekebalan Syaraf

Zat yang terdapat dalam tanaman ginseng juga mampu merangsang sistem kekebalan tubuh yang ada dalam diri manusia sehingga seseorang tidak mudah sakit dan tetap awet muda.

8. Mengobati Diare

Bagi penderita diare, ginseng juga efektif digunakan untuk menetralisir masalah pada sistem pencernaan yang menyebabkan terjadinya diare.

9. Meningkatkan Nafsu Makan

Mengonsumsi ginseng secara teratur juga dapat meningkatkan nafsu makan. Hal ini sangat cocok dilakukan bagi seseorang yang ingin meningkatkan berat badan.

10. Mengatasi Masalah Pernafasan

Manfaat lain yang bisa didapat jika mengonsumsi ginseng adalah menghindarkan sesorang dari berbagai macam masalah pernafasan seperti asma dan sesak nafas. Bagi para penderita asma, ramuan ginseng dapat dikonsumsi secara rutin untuk mengobatinya.

Jika melihat khasiat ginseng, kemungkinan ginseng bisa mengatasi beberapa kondisi. Bagi Anda yang ingin mencoba melakukan pengobatan dengan ginseng, ikuti petunjuk pemakaiannya guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan


(dari berbagai sumber)

TATA CARA / PANDUAN SHALAT GERHANA


Tata Cara / Panduan Shalat Gerhana - Shalat gerhana dalam bahasa arab sering disebut dengan istilah khusuf (الخسوف) dan juga kusuf (الكسوف) sekaligus. Secara bahasa, kedua istilah itu sebenarnya punya makna yang sama. Shalat gerhana matahari dan gerhana bulan sama-sama disebut dengan kusuf dan juga khusuf sekaligus. Jika seseorang menyaksikan gerhana, hendaklah ia melaksanakan shalat gerhana.



Dalil-dalil disyariatkannya dengan sholat kusuf (gerhana)
Yang pertama, Hadits yang diriwayatkan oleh Abu Mas’ud Al Anshary :

عَنْ أَبِي مَسْعُودٍ الْأَنْصَارِيِّ رضي الله عنه قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ( إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ يُخَوِّفُ اللَّهُ بِهِمَا عِبَادَهُ ، وَإِنَّهُمَا لَا يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ مِنْ النَّاسِ ، فَإِذَا رَأَيْتُمْ مِنْهَا شَيْئًا فَصَلُّوا وَادْعُوا اللَّهَ حَتَّى يُكْشَفَ مَا بِكُم ).

“Sesungguhnya matahari dan bulan itu merupakan dua tanda diantara tanda-tanda kekuasaan Allah. Allah menjadikan keduanya untuk menakut-nakuti hamba-hamba-Nya. Dan sungguh tidaklah keduanya terjadi gerhana karena kematian atau kelahiran seorang manusia pun. Apabila kalian melihat sebagian dari gerhana tersebut, maka sholatlah dan berdo’alah kepada Allah hingga gerhana tersebut hilang dari kalian” (HR. Bukhari no. 1041, Muslim no. 911).

Yang kedua, hadits dari Abu Musa radhiyallahu ‘anhu :

عَنْ أَبِي مُوسَى رضي الله عنه قَالَ : خَسَفَتْ الشَّمْسُ فَقَامَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَزِعًا يَخْشَى أَنْ تَكُونَ السَّاعَةُ ، فَأَتَى الْمَسْجِدَ فَصَلَّى بِأَطْوَلِ قِيَامٍ وَرُكُوعٍ وَسُجُودٍ رَأَيْتُهُ قَطُّ يَفْعَلُهُ ، وَقَالَ : (هَذِهِ الْآيَاتُ الَّتِي يُرْسِلُ اللَّهُ لَا تَكُونُ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلَا لِحَيَاتِهِ وَلَكِنْ يُخَوِّفُ اللَّهُ بِهِ عِبَادَهُ ؛ فَإِذَا رَأَيْتُمْ شَيْئًا مِنْ ذَلِكَ فَافْزَعُوا إِلَى ذِكْرِهِ وَدُعَائِهِ وَاسْتِغْفَارِهِ)


“Ketika terjadi gerhana matahari, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam lantas berdiri takut karena khawatir akan terjadinya hari kiamat, sehingga Beliau mendatangi masjid kemudian shalat dengan berdiri, ruku’, dan sujud yang begitu lama. Aku belum pernah melihat Beliau melakukan shalat sedemikian itu. Lantas Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Sesungguhnya ini adalah tanda-tanda kekuasaan Allah yang ditunjukkan-Nya, gerhana tersebut tidaklah terjadi karena kematian atau hidupnya seseorang. Tetapi Allah menjadikan yang demikian untuk menakut-nakuti hamba-hamba-Nya. Apabila kalia melihat sebagian dari gerhana tersebut, maka bersegeralah untuk berdzikir, berdo’a dan memohon ampunan kepada Allah ta’ala” (HR. Bukhori no. 1059, Muslim no. 912)

Shalat gerhana dilakukan sebanyak dua raka’at dan ini berdasarkan kesepakatan para ulama. Namun, para ulama berselisih mengenai tata caranya.
Ada yang mengatakan bahwa shalat gerhana dilakukan sebagaimana shalat sunnah biasa, dengan dua raka’at dan setiap raka’at ada sekali ruku’, dua kali sujud. Ada juga yang berpendapat bahwa shalat gerhana dilakukan dengan dua raka’at dan setiap raka’at ada dua kali ruku’, dua kali sujud. Pendapat yang terakhir inilah yang lebih kuat sebagaimana yang dipilih oleh mayoritas ulama. (Lihat Shohih Fiqh Sunnah, 1: 435-437)

Hal ini berdasarkan hadits-hadits tegas yang telah disebutkan:
“Aisyah radhiyallahu ‘anha menuturkan bahwa pada zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah terjadi gerhana matahari. Beliau lalu mengutus seseorang untuk menyeru ‘ASH SHALATU JAMI’AH’ (mari kita lakukan shalat berjama’ah). Orang-orang lantas berkumpul. Nabi lalu maju dan bertakbir. Beliau melakukan empat kali ruku’ dan empat kali sujud dalam dua raka’at. (HR. Muslim no. 901)


“Aisyah menuturkan bahwa gerhana matahari pernah terjadi pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lantas beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bangkit dan mengimami manusia dan beliau memanjangkan berdiri. Kemuadian beliau ruku’ dan memperpanjang ruku’nya. Kemudian beliau berdiri lagi dan memperpanjang berdiri tersebut namun lebih singkat dari berdiri yang sebelumnya. Kemudian beliau ruku’ kembali dan memperpanjang ruku’ tersebut namun lebih singkat dari ruku’ yang sebelumnya. Kemudian beliau sujud dan memperpanjang sujud tersebut. Pada raka’at berikutnya beliau mengerjakannya seperti raka’at pertama. Lantas beliau beranjak (usai mengerjakan shalat tadi), sedangkan matahari telah nampak.” (HR. Bukhari, no. 1044)


Ringkasnya, tata cara shalat gerhana -sama seperti shalat biasa dan bacaannya pun sama-, urutannya sebagai berikut.

[1] Berniat di dalam hati

 [2] Takbiratul ihram.
 
[3] Membaca do’a istiftah dan berta’awudz, kemudian membaca surat Al Fatihah dan membaca surat yang panjang (seperti surat Al Baqarah) sambil dijaherkan (dikeraskan suaranya, bukan lirih) sebagaimana terdapat dalam hadits Aisyah:
 
جَهَرَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – فِى صَلاَةِ الْخُسُوفِ بِقِرَاءَتِهِ
 
“Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam menjaherkan bacaannya ketika shalat gerhana.” (HR. Bukhari no. 1065 dan Muslim no. 901)
  
[4] Kemudian ruku’ sambil memanjangkannya.

 [5] Kemudian bangkit dari ruku’ (i’tidal) sambil mengucapkan ’SAMI’ALLAHU LIMAN HAMIDAH, RABBANA WA LAKAL HAMD’

 [6] Setelah i’tidal ini tidak langsung sujud, namun dilanjutkan dengan membaca surat Al Fatihah dan surat yang panjang. Berdiri yang kedua ini lebih singkat dari yang pertama.
 
[7] Kemudian ruku’ kembali (ruku’ kedua) yang panjangnya lebih pendek dari ruku’ sebelumnya.
 
[8] Kemudian bangkit dari ruku’ (i’tidal).
 
[9] Kemudian sujud yang panjangnya sebagaimana ruku’, lalu duduk di antara dua sujud kemudian sujud kembali.
 
[10] Kemudian bangkit dari sujud lalu mengerjakan raka’at kedua sebagaimana raka’at pertama hanya saja bacaan dan gerakan-gerakannya lebih singkat dari sebelumnya.
 
[11] Tasyahud.
 
[12] Salam.
 
[13] Khutbah
 
Ada perbedaan pendapat di kalangan ulama tentang hukum khutbah pada shalat gerhana.
1. Disyariatkan Khutbah


Menurut pendapat As-Syafi'iyah, dalam shalat gerhana disyariatkan untuk disampaikan khutbah di dalamnya. Khutbahnya seperti layaknya khutbah Idul Fithri dan Idul Adha dan juga khutbah Jumat.

Dalilnya adalah hadits Aisyah ra berikut ini :

أَنَّ النَّبِيَّ  لَمَّا فَرَغَ مِنَ الصَّلاَةِ قَامَ وَخَطَبَ النَّاسَ فَحَمِدَ اللَّهَ وَأَثْنَى عَلَيْهِ ثُمَّ قَال : إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ عَزَّ وَجَل لاَ يُخْسَفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَادْعُوا اللَّهَ وَكَبِّرُوا وَصَلُّوا وَتَصَدَّقُوا

Dari Aisyah ra berkata,"Sesungguhnya ketika Nabi SAW selesai dari shalatnya, beliau berdiri dan berkhutbah di hadapan manusia dengan memuji Allah, kemudian bersabda, "Sesungguhnya matahari dan bulan adalah sebuah tanda dari tanda-tanda Allah SWT. Keduanya tidak menjadi gerhana disebabkan kematian seseorang atau kelahirannya. Bila kalian mendapati gerhana, maka lakukanlah shalat dan berdoalah. (HR. Bukhari Muslim)


Dalam khutbah itu Rasulullah SAW menganjurkan untuk bertaubat dari dosa serta untuk mengerjakan kebajikan dengan bersedekah, doa dan istighfar (minta ampun).

2. Tidak Disyariatkan Khutbah

Sedangkan Al-Malikiyah mengatakan bahwa dalam shalat ini disunnahkan untuk diberikan peringatan (al-wa'zh) kepada para jamaah yang hadir setelah shalat, namun bukan berbentuk khutbah formal di mimbar.

Al-Hanafiyah dan Al-Hanabilah juga tidak mengatakan bahwa dalam shalat gerhana ada khutbah, sebab pembicaraan Nabi SAW setelah shalat dianggap oleh mereka sekedar memberikan penjelasan tentang hal itu.

Dasar pendapat mereka adalah sabda Nabi SAW 

فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَادْعُوا اللَّهَ وَكَبِّرُوا وَصَلُّوا وَتَصَدَّقُوا

Bila kalian mendapati gerhana, maka lakukanlah shalat dan berdoalah. (HR. Bukhari Muslim)

Dalam hadits ini Nabi SAW tidak memerintahkan untuk disampaikannya khutbah secara khusus. Perintah beliau hanya untuk shalat saja tanpa menyebut khutbah.



Semoga bermanfaat





 (Dari berbagai sumber)

MENGENAL GAMBAR ILUSTRASI

Ilustrasi adalah hasil visualisasi dari suatu tulisan dengan teknik drawing, lukisan, fotografi, atau teknik seni rupa lainnya yang lebih menekankan hubungan subjek dengan tulisan yang dimaksud daripada bentuk.

Tujuan ilustrasi adalah untuk memperkuat, memperjelas, memperindah, mempertegas, memperkaya, menerangkan atau menghiasi suatu cerita, tulisan, puisi, atau informasi tertulis lainnya. Diharapkan dengan bantuan visual, tulisan tersebut lebih mudah dicerna.
Gambar ilustrasi yang baik adalah ilustrasi yang dapat merangsang dan membantu pembaca untuk berimajinasi tentang cerita, ilustrasi sangat membantu mengembangkan imajinasi dalam memahami narasi.

Fungsi dari gambar ilustrasi dapat juga dimanfaatkan untuk menghidupkan sebuah cerita. Fungsi khusus ilustrasi antara lain:
1. Memberikan bayangan setiap karakter di dalam cerita
2. Memberikan bayangan bentuk alat-alat yang digunakan di dalam tulisan ilmiah
3. Memberikan bayangan langkah kerja
4. Mengkomunikasikan cerita.
5. Menghubungkan tulisan dengan kreativitas dan individualitas manusia.
6. Memberikan humor-humor tertentu untuk mengurangi rasa bosan.
7. Dapat menerangkan konsep yang disampaikan

Objek gambar ilustrasi dapat berupa gambar manusia, hewan, dan tumbuh-tumbuhan. Gambar-gambar tersebut dapat berdiri sendiri atau gabungan dari berbagai macam objek yang berbeda. Objek gambar disesuaikan dengan tema cerita atau narasi yang di buat. Gambar ilustrasi dapat dibuat dalam bentuk cerita bergambar, karikatur, kartun, komik dan ilustrasi karya sastra berupa puisi atau sajak. Gambar ilustrasi dapat diberi berwarna atau hitam putih saja. Pembuatan gambar ilustrasi dapat dilakukan dengan cara manual maupun dengan menggunakan teknologi digital.

Langkah Menggambar Ilustrasi
1.    Gagasan
Gagasan bersumber dari bahan yang akan diilustrsikan. Setelah ada gagasan, tentukanlah adegan apa yang akan digambar, siapa saja tokohnya, bagaimana suasananya, tentukan pula corak gambar dan media yang akan kamu gunakan.

2.    Sketsa
Proses enggambar yang paling awal adalah mengsket atau membuat rancangan gambar (sketsa) dengan menggunakan pensil warna atau langsung mengguakan media yang akan dipakai.
Gagasan yang ada dituangkan bersamaan dengan proses mensket. Rencanakan gambar baik-baik. Buatlah coretan kira-kira bagaimana tata letak objek yang digambar dan bagaimana gerak yang terjadi. Satukan semua unsur gambar yang direncanakan. Beri detail sehingga gambar lebih sempurna. Beri gambar sesuai corak yang telah kamu tentukan. Setiap unsur harus bercorak sama agar tak terkesan seperti kolase.
 
3.    Pewarnaan
Setelah sket di anggap selesai, kita dapat mewarnai. Pewarnaan dalam menggambar ekspresi dapat dilaksanakan dengan dua corak, yaitu corak realis da corak bukan realis (ekspresionisme, impresionisme, abstrakisme, dan lain-lain).
Pewarnaan corak realis harus sesuai dengan keadaan nyata. Sedangkan pewarnaan corak bukan realis lebih bebas atau tidak terikat oleh warna aslinya.
 

Media Gambar Ilustrasi
1.    Media Hitam Putih
Pada masa lalu, banyak orang menggambar ilustrasi menggunakan trekpen sebagai alat utamanya dan bak tinta sebagai pewarnanya. Trekpen digunakan karena penggunaannya mudah. Dengan perkembangan teknologi banyak peralatan yang lebih mudah dan praktis,yaitu dengan mengguakan spidol, rapido, pena bahkan computer.

2.    Media Pewarna
    cat air
Menurut arti kata cat air ialah cat atau bahan yang dipakai untuk mewarnai sesuatu dan penggunaannya memakai air. Menurut sifatnya, cat air terbai menjadi 2 jenis, yaitu Transparant water colour dan Nontransparant/ opaque water colour


    pensil warna
Jenis pensil ini banyak mengandung lilin. Biasanya pilihan warnanya banyak, tetapi bahannya agak sulit digunakan tergantung kualitas pensil warnanya.
Ragam Gambar Ilustrasi
1. Komik
Komik berasal dari kata comic yang berarti lucu atau jenaka. Dalam penyajiannya, komik terdiri dari rangkaian gambar yang satu dengan lainnya saling melengkapi dan mengandung suatu cerita atau disebut comic strip.




2. Cover
Cover berarti kulit atau sampul pada majalah atau buku. Gambar pada cover memuat atau mewakili isi buku atau majalah.Di majalah atau surat kabar dibagian sesudah atau sebelum tulisan selesai sering terdapat gambar yang disebut vignette (baca = vinyet). vignette adalah gambar yang berfungsi untuk menghias atau mengisi kolom atau halaman kosong pada majalah atau surat kabar.

3. Ilustrasi Karya Sastra
dengan berbagai jenis, seperti cerita pendek atau cerita bergambar, akan tampak menarik bila terdapat gambar ilustrasinya. Selain itu, ilustrasi akan membuat orang tertarik untuk membacanya.
ilustrasi karya sastra


Corak Gambar Ilustrasi
1.    Realis
Realis artinya gambar dibuat sesuai dengan keadaan yang sebernarnya, baik prooprsi maupun anatomi dibuat sama menyerupai dengan objek yang di gambar.


Gambar karikatural dibedakan menjadi dua, yaitu gambar karikatur dan gambar kartun.
2.  Karikatur
Karikatur berasal dari bahasa Italia caricature yang berarti melebih-lebihkan atau mengubah bentuk (deformasi). Gambar karikatur menampilkan objek seseorang denagn karakter yang aneh dan lucu dan mengandung kritikkan dan sindiran.


3. Kartun
Kartun adalah gambar yang berfungsi menghibur, karena berisikan humor. Gambar kartun dapat berupa tokoh binatang atau manusia. William Hogart merupakan Tokoh yang dikenal sebagai Bapak Kartun Modern. Kartunis yang terkenal di Indonesia adalah Hari Pede, Gunawan Raharjo, Itos Budi Santosa, dan sebagainya.


4. Gambar Dekoratif
Gambar dekoratif diwujudkan dengan cara menstiril atau mengubah bentuk yang ada di alam tanpa meninggalkan ciri khasnya.
Corak dekoratif adalah corak yang sering ditemukan terutama dalam rumah.



Unsur Utama Gambar Ilustrasi
1.   Gambar Manusia
Untuk dapat menggambar tokoh manusia yang baik kita perlu mengetahui dan menguasai proporsi dan anatomi tubuh manusia. Proporsi artinya perbandingan bagian per bagian dengan keseluruhan. Sedangkan anatomi adalah kedudukan struktur tulang dan otot yang menentukan besar kecil dan cekung-cembung (menonjol-tidaknya) tubuh manusia sehigga menentukan bentuk keseluruhan tubuh.


  2. Gambar Tokoh Binatang.
Dalam menggambar tokoh binatang juga perlu diperhatikan proporsi dan anatominya. Jenis dan bentuk binatang dapat dikelompokkan menjadi binatang darat, udara, dan air.


  3. Gambar Tumbuhan.
Menggambar tumbuhan dapat dibedakan menjadi dua, yaitu secara sederhana dan lengkap. Dalam menggambar secarasederhana, tumbuhan tidak digambarkan secara mendetail, tetapi hanya berupa kesan tumbuhan. Dalam menggambar lengkap, tumbuhan digambarkan dengan mendetail dan cermat bagiannya.



***dari berbagai sumber


































 

Designed by Isdaryanto | Indexed by Google, Yahoo and Bing